Selasa, 02 April 2013

TEKNIK PENGUMPULAN DATA PENELITIHAN


DATA DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA PENELITIHAN

A.      DATA PENELITIHAN
Bagian yang terpenting dalam penelitihan adalah berkenaan dengan data penelitihan. Sebab intinya suatu penelitihan adalah terkumpulnya data atau informasi , kemudian data tersebut diolah dan dianalisis dan akhirnya hasil analisis diterjemahkan dan diinterpretasikan sebagai kesimpulan penelitihan.
Data bisa dibagi dua bentuk yaitu :
1.      Bentuk kuantitatif yaitu data yang didasarkan pada table, angka – angka hasil pengukuran atau penilaian secara langsung yang mana dianalisis secara statistic.
2.      Bentuk kualitatif adalah data yang berupa informasi kenyataan yang terjadi di lapangan yang bersumber pada kata – kata atau tindakan, sedangkan data tertulis , foto-foto dan statistic adalah data tambahan.

B.       TEKNIK PENGUMPULAN DATA PENELITIHAN
Ada beberapa teknik pengumpulan data yaitu angket, wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan teknik lainnya.

  1. Angket
Angket adalah Seperangkat pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau dilengkapi oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan atas angket yang diajukan. Secara umum angket dapat memuat :
a.    Pertanyaan tentang fakta
Dalam hal ini biasanya berkisar tentang fakta-fakta yang diketahui responden, misalnya tentang miliknya, kegiatannya, klasifikasi,, luas, waktu, tinggi dan sebagainya.
b.    Pertanyaan tentang pendapat ( opini ) atau sikap
Pertanyaan – pertanyaan tentang pendapat dan sikap pada angket banyak diterangkan dalam bentuk skala sikap kalimat tidak lengkap dan karangan singkat.
Bentuk skala sikap yang biasa dipakai adalah :
1.      Model skala Likert
Adalah bentuk kuisioner yang mengungkapkan sikap dari responden dalam bentuk jawaban ( pernyataan ) yang berupa Sangat Setuju (SS), Setuju ( S ), Tidak ada pendapat ( N ), Tidak Setuju ( TS ), dan Sangat Tidak Setuju (STS).
2.      Skala Thurstone
Skala ini sering dipakai sebagai perangkat dari tes psikologi untuk jenis pekerjaan atau jenis pendidikan memerlukan pesyaratan tentang sikap – sikap tertentu. Dalam skala ini memuat beberapa pernyataan yang harus dipilih oleh responden.
3.      Kalimat tidak lengkap
Yang dimaksud adalah cara mengungkap pendapat seorang responden menggunakan angket – angket kalimat – kalimat yang harus dilengkapi oleh responden.
4.      Karangan singkat
Untuk dapat mengungkap pendapat seseorang tentang suatu ide , bisa pula diketahui dari tulisan orang itu dalam bentuk karangan singkat.

2.      Observasi / pengamatan

Menurut Sutrisno Hadi (1987:136) observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistimatis terhadap suatu gejala yang tampak pada obyek penelitihan.
Menurut Burhan Bungin (2007:115 ) membedakan arti pengamatan dan observasi, Pengamatan adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan panca indra mata sebagai alat bantu

           1
utamanya, selain indra lainnya, seperti : telinga, penciuman, mulut dan kulit. Sedangkan
observasi merupakan kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatan melalui hasil kerja indra dibantu dengan panca indra lain.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam dalam observasi adalah :
a.    Apa yang akan diamati harus jelas
b.    Ukuran sampel/populasi yang jelas
c.    Menyusun kategori – kategori dari perilaku yang diamati
Dalam pengamatan ada tiga bentuk teknik pengamatan dalam penelitihan , yaitu :
1.      Teknik pengamatan Partisipasi
Yang dimaksud dalam teknik ini adalah Pengumpulan data melalui pengamatan terhadap obyek pengamatan dengan langsung hidup bersama, merasakan serta berada dalam aktifitas kehidupan obyek pengamatan.
2.      Teknik Pengamatan Tidak Berstruktur
Pengamatan ini tanpa menggunakan pengamatan. Dengan demikian pengamat harus mampu secara pribadi mengembangkan daya pengamatan suatu obyek secara umum.
3.      Teknik Pengamatan Kelompok
Yaitu Pengamatan yang dilakukan secara kelompok terhadap suatu atau beberapa obyek sekaligus. Pengamatan ini menurut moleon ( 2001:126-127 ) ada 2 jenis pengamatan yaitu :
a.       Pengamatan Terbuka adalah pengamatan yang mana keberadaan pengamat diketahui oleh subjek yang diteliti dan subjek memberikan kesempatan kepada pengamat untuk mengamati peristiwa yang terjadi dan subjek menyadari adanya orang yang mengamati apa yang dikerjakan subjek.
b.      Pengamatan Tertutup adalah Pengamatan yang mana posisi pengamat yang melakukan pengamatan tanpa diketahui oleh subjek yang diamati.

3.  Wawancara / Interview

Pada hakekatnya wawancara merupakan kegiatan perolehan informasi , maka kemahiran pewawancara dan bahan yang akan yang akan digunakan untuk menggali informasi dari responden sangat penting.
Menurut Prabowo (1996) wawancara adalah metode pengambilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seorang responden dengan bercakap – cakap dan bertatap muka.
Menurut Sugiyono ( 2007:72 ) Wawancara merupakan suatu metode pengumpulan data yang berupa pertemuan 2 orang atau lebih secara langsung untuk bertukar informasi dan ide dengan Tanya jawab secara lisan sehingga dapat dibangun makna dalam suatu topik tertentu.

1.      Macam – macam teknik wawancara
Menurut Nasution teknik wawancara itu ada dua :
a.       Wawancara tak Berstruktur
Yaitu wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkjap untuk pengumpulan data.
b.      Wawancara berstruktur
Wawancara berstruktur merupakan wawancara dengan sejumlah pertanyaan yang telah disusun secara lebih berstruktur berdasarkan apa yang telah didapatkan dari responden yang dilakukan setelah peneliti memperoleh sejumlah keterangan.
Menurut Patton menyebutkan teknik wawncara itu dibagio menjadi tiga :
a.       Wawancara pembicaraan informal
Pada wawancara ini pertanyaan yang diajukan sangat tergantung pada pewawancara itu sendiri . Hubungan dan suasana biasa , wajar pertanyaan dan jawaban seperti pembicaraan biasa  dalam kehidupan sehari – hari.
b.      Wawancara Umum yang Terarah
Wawancara ini mengharuskan pewawancara membuat kerangka dan garis besar pokok-pokok yang dirumuskan yang tidak perlu ditanyakan secara berurutan.
2
c.       Wawancara terbuka dan Standart
Wawancara ini adalah wawancara yang menggunakan seperangkat pertanyaan baku. Urutan – urutan pertanyaan, kata – kata yang diapakai, keluwesan dalam memberikan pertanyaan dan cara penyajiannya sama untuk setiap responden.
2.      Sikap dan pembicaraan dalam berwawancara
a.       Jangan menyela , meskipun subjek mengemukakan hal – hal yang tidak penting , atau menyinggung, peneliti harus menahan diri ( jangan menyerah dan menghentikan ) tetap mendengarkan apa yang dikatakan.
b.      Berikan perhatianmu, meskipun sudah ada alat perekam atau tape recorder dan lainnya bisa merekam semua pembicaraan , namun harus tetap mendengarkan dan selalu memberikan perhatian  kepada subjek.
c.       Jangan menilai, merupakan cara terbaik dalam hal ini adalah berusaha memahami apa – apa yang ada pada subjek dan tidak menilainya menurut pikiranmu.
d.      Bersikap Reflektif, pada umumnya para pewawancara juga harus mengoreksi dirinya sendiri, khususnya terhadap maksud kata – katanya dan sikapnya
    
     4.  Dokumentasi

Dalam penjelasannya Guba dan Lincoln ( 1981 :228 ) mendefinisikan dokumen berbeda dengan record. Dokumen merupakan setiap bahan tertulis atau film yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan peneliti. Record adalah setiap pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa.
Sugioyono (2007:82 ) mengungkapkan bahwa difenisi dokumen yakni catatan peristiwa yang sudah berlalu.
Dari pengertian di atas dokumen berarti merupakan rekaman yang bersifat tertulis atau film dan isinya merupakan peristiwa yang telah berlalu.

Macam - macam Dokumen

Menurut Moleong (2006:217-219 ) dokumen yang digunakan dalam penelitian biasanya dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1.    Dokumen Pribadi
Yaitu catatan atau karangan seseorang secara tertulis tentang tindakan , pengalaman, dan kepercayaan, dokumen ini meliputi :
a.       Buku Harian, yaitu buku yang ditulis dengan memberikan tanggapan tentang peristiwa – peristiwa disekitar penulis.
b.      Surat Pribadi, surat yang dialkukan antara seseorang dengan keluarganyajuga dapat digunakan untuk meneliti.
c.       Otobiografi, biasanya ini ditulis oleh orang – orang tertentu seperti guru, atau pendidik terkenal, pemimpin masyarakat, ahli atau orang biasa.
2.    Dokumen Resmi
Dokumen resmi terbagi menjadi 2 jenis yakni :
a.       Dokumen internal, dokumen ini berupa memo, pengumuman, instruksi, dan aturan suatu lembaga masyarakat tertentu yang digunakan dalam kalangan sendiri.
b.      Dokumen eksternal, dokumen ini berisi bahan – bahan informal yang dihasilkan oleh suatu lembaga social, seperti majalah, bulletin, pernyataan, dan berita yang disiarkan kepada media masa.

DAFTAR PUSTAKA
1.      Andi Prastowo, Menguasai Teknik – Teknik Koleksi Data Penelitihan Kualitatif, DIVA Press,Jogjakarta,2010
2.      Drs. H.M. Subana,M.Pd., Sudrajat, S.Pd., Dasar – Dasar Penelitihan Ilmiah, CV. PUSTAKA SETIA, Bandung 2005
3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar